Friday, November 13, 2009

Sulitkah menghargai orang lain ??




Salam,..

Suatu Hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita non Muslim. Ketika itu Rasulullah bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk Rasulullah. Cantik sungguh buahnya. Siapa terlihat pasti terliur. Rasulullah menerimanya dengan senyuman gembira.Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah Rasulullah SAW sebuah demi sebuah dengan senyuman.

Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak sebuah pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali mengunyah dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari Rasulullah. Sahabat-sahabat agak heran dengan sikap Rasulullah SAW itu. Lalu mereka bertanya.

Dengan senyuman Rasulullah menjelaskan ‘Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama, saya bimbang Ada di antara kalian akan mengenyitkan Mata atau memarahi wanita tersebut. Saya bimbang hatinya akan tersinggung. Sebab itu saya habiskan semuanya’.Begitulah akhlak Rasullullah SAW.

Rasulullah Muhammad SAW tidak akan memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, Dan dari orang yang berbeda agama pula.

==========

Apa yang Rasulullah Muhammad SAW contohkan sangat berbeda jauh dengan kondisi manusia saat ini, betapa banyak orang yang tidak menghargai orang lain, apakah orang lain itu pemimpinnya ataupun tetangganya, betapa banyak anak yang tidak menghargai orang tuanya.

Saya pernah berdiskusi dengan seorang sahabat yang selalu saja menilai orang lain menurut perasaanya saja, dan cenderung kepada “negatif thinking”, padahal saya selalu bicara sopan dan tidak emosi, beliau malah menilai ucapan saya sebagai penghinaan terhadapanya.

Ada pula seorang anak yang selalu menilai orang tuanya mengekang dirinya dengan segala aturan, padahal apa yang dilakukan orang tuanya adalah demi kebaikan anak-anaknya. Dan jangan heran, jika saat ini banyak berita di media massa yang menyebabkan orang tua “tersiksa” oleh ulah anak-anaknya.

Saat kita sebagai karyawan atau pegawai, pernahkah kita “tidak menghargai” hasil kerja Office Boy di kantor kita? Majikan tidak lagi menghargai hasil kerja pembantunya.

Rasa menghargai antar manusia saat ini sudah hampir di ambang kritis, padahal Imam Syafi’i mengingatkan :

Imam Syafi’i berkata :

“Barangsiapa menghargai orang-orang, maka orang-orangpun akan menghargainya, dan barangsiapa meremehkan orang, maka dia tidak akan dihargai”

Penghargaan terhadap orang lain tidak selamanya materi atau harta, dapat juga berupa senyuman yang ikhlas, kesiapan untuk mendengarkan saat yang lain berbicara dan segera merespon jika di minta.

Jika kita simak ucapan Imam Syafi’i kita dihadapkan kepada pilihan, jika kita ingin dihargai, maka kita harus menghargai terlebih dahulu dan jika kita diremehkan orang lain, bisa jadi karena kita pernah meremehkan orang lain juga, sebenarnya hal ini semua kembali kepada kita.

Sebagai penutup, coba kita renungkan ungkapan Sahabat Rasulullah Muhammad SAW, Kkhulafaur Rasyidin keempat, Ali Bin Abi Thalib :

“selemah- lemah manusia ialah org yg tidak boleh mencari sahabat Dan orang yg lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yang telah dicari dan berburuk sangka pula kepadanya”.

Moga Allah SWT memberi kita kekuatan untuk dapat menghargai siapapun dan di manapun dengan ikhlas dan penuh niat untuk ibadah kepada Allah SWT dan menjadikan setiap upaya menghargai orang lain itu bernilai ibadah di hadapan Allah SWT dan menjadi tabungan kebaikan di hari akhir kelak.

Salam
Agus sangpanglima /Agusyaskum@asia.com

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.