Friday, June 18, 2010

Renungan :Dia Tidak Berarti Untukmu tetapi Spesial bagi diriku




Seorang manusia , terlahir ke dunia dengan atau tanpa persetujuan darinya tetaplah harus bertahan hidup , walaupun dengan segala upaya yang harus dilakukan , karena telah terlahir berarti ada dan tidak mati. walau pada kenyataannya banyak juga manusia itu hidup dengan perasaan yang mati , atau hati yang mati.



Seseorang itu tiada yang berkeinginan terlahir dengan berbagai kekurangan , baik itu pisik ataupun dari segi materi. Namun mereka tetap saja harus hidup dan bertahan untuk hidup , hidup dengan berbagai tekanan , berbagai gejolak kemarahan didalam hati , dan rasa kecewa terhadap semua yang Ia temui , walaupun semua yang Ia lakukan adalah sebuah cerminan pendidikan yang Ia terima dari keluarga , lingkungan dimana ia dibesarkan . Karena manusia itu dapat menilai sesuatu dengan cara pandang yang berbeda beda.

Setiap manusia juga memiliki kesadaran toleransi terhadap sesama dengan kadar yang berbeda .
Terkadang manusia itu memandang kelemahan orang lain sebagai kelebihan pada dirinya dan membuat Ia menjadi sombong dan merendahkan orang lain.

Hal seperti itu sebenarnya tidak perlu terjadi sekiranya kita berpikir , bertoleransi , dan belajar mengagumi kekurangan orang lain . Sebagai contoh seorang yang cacat pada pisiknya namun masih dapat melakukan hal yang sama dengan orang yang sama sekali tidak cacat.

Mencoba untuk berpikir mengapa orang yang cacat mampu melakukan itu ? dan mengapa Ia lebih cermat , lebih memiliki semangat dalam membenahi hidupnya ? mengapa Ia lebih banyak berterima kasih baik itu kepada sesama ataupun kepada TUHAN ?

Tujuan saya menulis ini untuk menyemangati diri saya dan mengingat kembali sahabat terkasih yang telah kembal kesisi -NYA . Mengingat kembali semangatnya yang telah mempengaruhi hidup saya sampai sekarang , Ia telah mendukung semua yang ingin saya lakukan , yang tidak dilakukan oleh keluarga saya , semangatnya dimasa hidup dalam berjuang dengan maut , berjuang melawan penghinaan dari lingkungan mengubah saya menjadi sadar bahwa hidup itu penuh warna .

Sahabatku , aku merindukan keberadaanmu saat aku tengah bimbang dengan langkahku.

Salam Persahabatan
agusyaskum@asia.com

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.