Saturday, September 26, 2009

Catatan Bambang Soesatyo, Dua Kubu Berebut Pimpinan DPR

Dua Kubu di Golkar Berebut Pimpinan DPR

JAKARTA (SI) – Dua kubu kandidat ketua umum Partai Golkar, Surya Paloh dan Aburizal Bakrie,ikut mewarnai penentuan pimpinan DPR periode 2009–2014.


Kubu Surya Paloh mencalonkan Enggartiasto Lukita, Aburizal Bakrie lebih mengunggulkan Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso periode ini untuk pimpinan DPR mendatang. “Pertarungan ini menjadi menarik karena dapat dikatakan mencerminkan dua kubu,”kata Pengurus Pleno DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo di Jakarta kemarin. Bambang mengatakan DPP Partai Golkar sebenarnya telah menetapkan enam calon yang dinilai memenuhi syarat.

Priyo Budi Santoso, Burhanudin Napitupulu, Rully Chairul Azwar, Agus Gumiwang, Airlangga Hartarto, dan Enggartiasto Lukita. Namun, berdasarkan peta di lapangan dan dukungan anggota pleno yang berjumlah 92,kini telah mengecil menjadi dua calon,yakni Priyo Budi Santoso dan Enggartiasto Lukita. “Sekitar 63 anggota pleno mendukung Priyo,”beber Bambang. DPP Partai Golkar yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Jusuf Kalla akan menetapkan persoalan ini pada rapat yang diselenggarakan pada 29 September mendatang.

Dengan begitu, saat pelantikan anggota terpilih DPR pada awal Oktober mendatang sudah ada calon yang pasti untuk duduk sebagai pimpinan DPR. Sementara itu juru bicara kubu Aburizal Bakrie, Idrus Marham, menilai munculnya kubu dalam Munas tidak berpengaruh pada penentuan pimpinan DPR. Menurut dia, yang akan terpilih menjadi wakil ketua DPR adalah sosok yang memenuhi persyaratan, kemudian persyaratan tersebut dibuat berdasarkan garis partai. ”Jadi kubu-kubuan tersebut tidak relevan diangkat dalam memilih wakil ketua DPR,”katanya. Dia mengakui bila saat ini DPP Partai Golkar terbagi untuk pimpinan DPR.

Satu pihak menjagokan wakil pimpinan DPR dari pendukung Aburizal Bakrie sebagai ketua umum Golkar. Pihak lain mencalonkan diri sebagai wakil ketua DPR sekaligus mendukung Surya Paloh sebagai ketua umum Golkar. Kendati begitu, dia menjamin, tidak ada persyaratan yang dibuat dalam penentuan wakil ketua DPR untuk memenangkan kubu tertentu. Sebab,bagaimanapun ketika seseorang menjadi wakilketuaDPR berarti mewakili Golkar. ”Jika wakil Golkar buruk, maka akan berimbas pada nama Golkar,”jelasnya.

Mengacu pada hasil pemilu KPU pemenang pemilu adalah Partai Demokrat,Partai Golkar, PDIP, PKS,PAN,PPP,PKB,Gerindra,dan Hanura. Dengan demikian, Demokrat menjadi ketua DPR. Namun begitu sampai saat ini siapa kade dari Partai Demokrat yang akan duduk di pimpinan DPR masih menunggu putusan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Di antaranya, Syarief Hasan, Anas Urbaningrum, Hayono Isman, Taufik Effendi,dan Marzuki Alie.

Sedangkan dari PDIP masih menunggu hasil rapat pleno pekan mendatang.Ada empat calon yang dijagokan di antaranya, Panda Nababan, Pramono Anung, Puan Maharani, dan Tjahjo Kumolo. Adapun kandidat dari PKS dan PAN sudah dapat dipastikan akan diberikan kepada Anis Matta dan Marwoto Mintrohardjono.

Paloh Janji Restorasi Partai

Kandidat Ketua Umum Partai Golkar Surya Paloh berjanji akan melakukan restorasi pada partainya jika terpilih. Perbaikan dan pembenahan besar-besaran Golkar itu akan dilakukan karena kondisi partai beringin dinilainya sudah sangat terpuruk. “Perlu restorasi besar-besaran.

Kembalikan kejujuran dalam berpartai, kembalikan hati nurani, kembalikan spirit Golkar,keteguhan, bukan terjebak pada praktek pragmatisme transaksional semata,” kata Surya saat memberikan sambutan di hadapan ribuan kader Golkar di Gedung Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Sulawesi Selatan,kemarin. Di tempat berbeda, Ketua Umum Kosgoro 1957 Agung Laksono memberikan dukungan kepadaAburizal Bakrie.

Menurut dia, salah satu kekuatan Ical adalah dukungan dari Indonesia bagian Timur.Dukungan tersebut terlihat saat Ical berkunjung ke sana. Dia mengakui salah satu kompetitor Ical yang cukup kuat adalah Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Surya Paloh. (kholil/ dian widiyanarko /ahmad baidowi)

ini coment dari facebook:
Pak prawito wit :
Kalau yg jd ical atau surya paloh, sama saja.Golkar bakal merosot lg. Ttp justru parpol lain yg mendapat keuntungan, antara lain partai demokrat. Knp golkar kurang jeli?
Pak Benny joe :
Menurut peta politik skg2 ini,walaupun PD cukup kuat krn SBY,PG masih tetap memegang peranan penting dan pengaruhnyapun cukup lumayan bagusnya.Yg penting siapapun yg dipilih nanti sangat penting utk melihat dan membaca situasi di lapangan agar mendapatkan dukungan dr rakyat yg sangat membutuhkan perhatiannya.

Well dunia politik gak bs diramu ... Baca Selengkapnyasedemikian rupa krn dlm waktu singkat keadaan bs berubah drastis.Cuman saja jgn sampai terjadi gontok2an di atas lalu rakyat lagi yg jadi korban..mereka makan dagingnya rakyat makan getahnya.!

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.