Sunday, February 27, 2011

Kuil Cinta



Setitik tetesan itu Merasuk menyejukkan
kalbu Serpihan butiran itu Melingkar hingga bersemayam di hatiku, Pesona
kalbu...Membaur dalam satu memori cinta Damai,
tentram, dan indah Bagai sehelai benang halus Merasuk di setiap darah dan
nadi Menciptakan satu melodi Hingga tercipta sebuah musik Ilahi Menjadi
... pupuk terbaik bagi batinku ini Itulah Rasaa Kasihmu tuhan



‎"Tmn mmbri U senyuman,tp saHabat mmbri U
kebahagiaan...Teman akn mencrtkn yg tdk bnr tntng diri U,tp saHabat akn
tutup mlut dgn kesalahan U...Tmn hny menerima kelebihan U,tp saHabat akn
m'nrma kekurangan U...Seribu tmn dtng saat U tertawa bahagia,tp seorang
Sahabat akn dtng saat U berderai air mata!"




Ku ingin menjadikanmu yang terakhir, kalaupun TUHAN tak mengizinkan,setidaknya kamu T'lah
menjadi yang terakhir dalam hidupku,




Jangankan bintang di langit, pasir di pantaipun akan ku hitung asal kau bahagia selalu bersamaku



ketika….
hatiku yang hina
begitu menginginkan samudera
yang birunya bagai hamparan langit
yang buihnya bagai kilau mutiara
...yang deburnya bagi perkusi dewa
tak pernah ada artinya
namun yang hina kan menjadi mulia
kala sang hati menjadi rela
melihat samudera tersenyum ceria
saat bernaung cahaya surya
dan berada di sisinya



Sakit yang terasa semakin membuatku mengerti
Resah yang terasa semakin membuatku berfikir
Kupastikan dalam hatimu masih tersimpan rindu untukku
Dan bila kuteringat semua 'kan lebih lama hidupku



Kupersembahkan hati ini untuk dirimu yg pernah ada dalam hati ini

Untuk cinta yang pernah bersemi

Meski kadang semua berakhir tak pasti
...
Cinta itu datang dan cinta itu pergi
Tapi kenangan takkan pernah terlupakan…



awan,hidup selalu seimbang,kadang senang,kadang sedih,kadang
lapang,kadang sempit.Setelah hidup pasti ada mati,setelah pertemuan
pasti ada perpisahan,jangan pernah kau anggap dirimu malang,semua orang
jg merasakan rasa sempit,letih,sedih,kecil,sabarlah jika rasa tidak
nyaman melandamu syukurilah...moresa itu,jangan
... pernah lupa Allah selalu ada.



"...senjaku seperti merona dalam penantian. terlukis indah oleh pelangi. dan berbingkaikan awan putih yang melintasi semesta. sungguh riangku dalam bahagia. ketika senandungmu di perdengarkan di antara klopak bunga-bunga menyunggingkan senyumnya setelah secercah cahaya menyentuhnya di ujung kecupan hangat sang surya."



‎"...mereka seperti memaki dalam benci. menista dalam amarah dan menghukum dalam pengadilan yang mereka ciptakan sendiri. hingga rasa angkuhpun mereka rajakan di dalam istana hati yang sarat akan rasa sesal dan caci maki. sedangkan mereka tidak tau,kenapa mereka di pertemukan dan di perkenalkan dalam cinta. sungguh,menerima segala kehendak dari Sang Pencipta dengan penuh keikhlasan adalah ketenangan yang indah."



‎"...sesungguhnya,kebencian atas cinta tidak akan pernah melunasi dan menentramkan hati. Dan cinta tidak sepantasnya menjadikan seseorang itu menjadi pendendam. karna sejatinya cinta,adalah meikhlaskan saat ia datang dan mempersilahkan ketika ia memilih untuk pergi. meski duka cita di antara rajutannya telah mampu melukai nurani. Yah,itulah cinta...tawa dan air mata adalah kerabat sejatinya."



‎"...tampak murung wajah semesta,ketika mega-mega membentangkan kain selimut hitamnya di balik cakrawala. Dan kelesuan pun seakan menawan duka di antara kepakan sayap-sayap sang bayu yg berlarian kencang di balik keredupan senja. Hingga samar terdengar,rintihan kecil dari gubuk hati yg renta menjerit dalam kesakitan oleh cinta terkhianati."



‎"...sejenak kusemayamkan rasaku pada keheningan. hingga damai di lubuk sanubari,menautkan nafasku dalam kebahagiaan. karna demikian sakitku,seakan menjerit di antara reruntuhan cinta yang dulu pernah diri ini bangun di atas kerinduan dan kasih sayang."



‎"...kurebahkan jiwaku di pusara cinta. Di mana kepedihan menghujamkan belatinya,setelah keingkaran memusnahkan harapan. Dan kusandingkan rinduku di atas nisan tanpa nama. hingga redup cahaya sang semesta menikam senyum di balik rapuh kesabaran."

¤¤¤ NESTAPA ¤¤¤



Duhai Tuhanku,Yang Maha Pengasih

Dengan cinta-Mu,Engkau lukiskan kebahagiaan di dasar jiwaku. Dan dengan kasih sayang-Mu,Engkau pun meng-anugrahkan kebahagiaan yang utuh di atas tangan-tangan-Mu Yang Maha Lembut.

Duhai,Tuhanku Yang Maha Penyayang

Sekiranya cinta dan kasih sayang itu telah memenuhi nafas hidupku. Maka,sandingkanlah diriku dan dirinya dalam dekapan-Mu restu-Mu yang halal.



‎"...kudengar lirih senandungmu. ungkapkan kegalauan dari rindu yang meraja. di sana,di peraduan sepi. tatapan sayu,mengekang senyum. sejenak tengadahkan wajah. namun birunya langit seperti kelabu dalam pandangan."

CORETAN KECIL DI BERANDA SEMESTA



‎"...asmaraku. seperti di cercah oleh langit. di pandang sinis oleh sang surya. dan di sisihkan jauh dari cahaya purnama. namun asmaraku bukanlah sang lelah. yang mendiamkan asa setelah sekelumit keangkuhan merajainya di atas jejak-jejak langkah yang terlewati. dan asmaraku bukan pula keputus-asaan. melainkan,ketegaran dalam keyakinan."



‎"...setumpuk harapan berbingkai resah di hunian sunyi. terkapar terkulai di linangan air mata. tiada tawa,senyum pun enggan tawarkan makna. hanya serpihan dari ketidak berdayaanlah yang kini membalutnya di sudut penantian. entah,sampai kapan rajutan mimpi-mimpi indah itu terjawabkan di ufuk cakrawala cinta. ENTAH ..."



‎"...gelapku di ujung cahaya,mengundang tanya tiada arti. inginku sudahi lelah dalam cinta. namun pijar sang surya seperti menarikku kembali ke puncak kerinduan. di mana pagi menuangkan kehangatan,setelah tetesan sang embun menyunting kilaunya di klopak bunga-bunga."



‎"...layaknya ternikmati dalam kebersamaan. kecupan hangat menyejukkan raga. melintas lalu sirna,hadirkan sejuta kerinduan.

Duhai cinta,...

...betapa pun kucoba tuk menepismu. Namun angkuh pendirianku,seperti tak mengenal waktu yang terlalui."



"...nampak jelas,amarah kusumat memenggal kesabaran. tiada celah bagi nafas untuk menghirup udara kesegeran dari surga. hanya caci maki dan umpatan yang menyertai lisan kering dari rahim yang sebelumnya di haramkan dalam sebuah celaan.

Duhai Tuhan,...
Inikah wajah hidup kami,di kala emosi menggelitik pikiran kami,... ?"

JAWABANNYA SETELAH IKLAN



‎"...terucap di keluh kesah,hati menjerit penuh duka. tiada tawa,canda pun seakan sirna di telan masa.

Duhai Cinta !

masihkah diriku demikian kerdil di pandanganmu,hingga kilauan cahaya tak mampu kutatap di naungan hari ... ??!

Ataukah,...

Lemahku sudah suri di atas hamparan bumi ini ... ??!

Jika benar adanya.

Benamkan saja ragaku,sedalam harapan yang menestapa di nurani."





Reaksi:

1 comment:

Powered by Blogger.