Thursday, February 17, 2011

Syair Panglima sang legenda




” Pertama ku mengenal mu berpuisi rindu, kau ‘tlah gores kan rasa hingga pupus ini kembali indah terbuai angan. Mungkin kah hati ku ‘tlah kau curi saat bulan yang di sana tersenyum manja ? Aku ‘tak tahu, tapi pasti kan aku milik mu dan lupa kan yang ada kala rindu ‘tlah singgah membelai malam-malam mu …. “

” Untuk mu cinta, ranting-ranting doa ku ‘kan luruh untuk mu slalu. Sempurna rindu di belahan jiwa ‘tak akan pupus sperti bening nya telaga yang tersapa wajah rembulan malam. Aku merasa kasih ini ilham dari surga yang menembus langit di stiap mata terpejam dan smoga esok janji ‘kan rebah di pangkuan waktu ‘tuk mempertahan kan tiap bait puisi kesetiaan. “

” Tatap lah hidup dengan cahaya cinta dan lepaskan duka lara demi mentari kebebasan agar ‘tak ada frustasi sakit hati. Bukan harta berlimpah dan leher berdasi penguasa di hidup yang sebenarnya indah ini. Tapi ayat kemenangan akan berpihak pada cinta sejati yang punya hati. Buktikan kau yang terbaik dan bukan pendosa berkedok air mata !!! “

” Andai air mata ini teranugrah sayap laksana elang, ku ‘kan terbang tinggi membawa cinta ke negri di awan yang bertabur keajaiban. Dan semua ku lakukan demi dahaga nya hati karena sentuhan cinta dan terlalu lama sembunyi di balik kelambu malam …. “

” Kala hayal ku gagap terperangkap jiwa, mimpi ku membisik ingin menuang rasa ‘tuk damai di hati. Kepada Semesta tatap lah aku agar ‘tuk kebebasan slalu mampu ku curah cinta. Dan di jalanan kota kecil ini, bukan intan berlian yang akan tertancap di nisan keabadian. Tetapi smoga setia dan kejujuran akan menjadi kenyataan. Tuhan, di suci Mu pasti tercatat perjuangan ku !!! “

” Ku bukan insan sempurna yang mengerti cinta. Tapi ‘tak ingin hadir ku hampa tanpa jalinan yang setia laksana kejora yang rebah di pangkuan malam. Dan ku mohon sirami lah bunga hati ini untuk smakin mekar mewangi walau apa pun yang terjadi. Bidadari, jangan biar kan aku kehilangan kemesraan saat raga ku di peluk mu … “

” Dalam risau yang samar terbias arah, terdengar rintih hati yang menghiba belai cahaya. Lirih ku dengar semesta berdzikir hingga menyeret air mata dalam rindu suci pada Allah ku yang satu. Sebelum waktu terhenti dan memanggil dalam sepi, tiada lagi untai indah demi cita slain hanya ayat-ayat sejati. Dan dengan kemurahan Mu ya Allah, jaga lah hati kami dalam perjuangan mencari cinta. “

” Tiada kisah yang sempurna dan semua tahu itu. Tapi aku percaya setia ini ‘kan sempurna jika aku slalu di stiap engkau ada. Ijin kan puisi ungkapan hati ku meminang sukma mu ‘tuk slalu ku miliki. Hingga usai sudah sendiri ku kala bibir mu
lembut mengucap rasa ‘tuk berlabuh slama nya di dermaga doa ku. Kan ku cintai kau di spanjang rindu ku …. “

” Kidung asmara yang terangkai antara kau dan aku yang membuai malam, kian membuat hati larut dalam bahagia. Mungkin kah ini terjadi karena hati ku terbuai cinta yang tersambut mesra saat pertama mengenal mu bersenandung rindu. Akan ku ukir saat kita bersama dengan tinta cinta dan hadir mu ku rasa mengiring sejuta arti hingga bintang pun ‘tak sanggup mengganti kan mu. Sambut lah aku sayang ….. “

” Biarkan rindu merekah menjadi mawar ‘tuk tersentuh bisikan sejuta luka. Saat aku rapuh, lemah dan terjatuh betapa kau tetap setia mendampingi hingga aku merasa punya arti. Kala lembut kau yakin kan tetap satu bersama dalam cinta hingga akhir masa, aku ‘kan rela hidup dalam badai dan derita. Dengar lah kasih, bunga ku ada saat kau kembali di sisi ….. “

” Sepetik munajat yang tersaksi di senja kesendirian ku kala kejujuran meroboh kan malam, smoga membuka mata semesta untuk kian menoreh kan kasih agar teduh rebah di hati ini. Kepada Sang Khalik dan kesucian Nya, kabul kan satu harapan ku demi ketetapan sang legenda untuk merubah suatu keyakinan menjadi keajaiban dalam indah nya melati cinta di dunia dan di taman surga !!! “

” Jika esok diri ini kembali menjadi aku, ku doa ‘kan dalam rindu smoga cinta dan kedamaian ‘tak pernah mengenal arti slamat tinggal. Ku berharap malam ku ‘kan setia hingga fajar tiba untuk slalu mendekap hati ku. Dan bila kesendirian ku harus bersaksi dalam takdir, apa pun yang terjadi ‘kan ku lepas air mata ini dengan senyuman demi mengumandangkan dzikir di beranda lantai surga Mu …. “

” Hidup adalah keyakinan yang harus di perjuangkan sbuah peradapan yang ‘tak kenal gentar sekalipun tiang gantung dan mata pedang menjadi jawaban titik darah kemenangan. Karena kematian adalah kepastian yang bukan pilihan dengan jalan apa dan begaimana. Sepanjang ikhlas di lima waktu dan kebenaran runduk dalam satu cahaya semesta, matahari pasti terbit di stiap kegelapan ufuk timur hari esok. Allahuakbar !!! “

” Kasih ku, jangan kau bersedih dalam lamunan. Tiada guna hidup yang sementara ini risau dalam angan. Percaya lah sayang, hapus lah air mata mu, karena engkau ‘tak sendiri lagi. Bersama kita ‘kan sebrangi lautan asmara. Sebab aku percaya, sayap kita ‘kan mampu terbang tinggi menggapai negri di balik awan. Yang berhias elok nya pelangi cinta, dan agar ‘tak lagi ku sapa duka di bening indah mata mu. “

” Dekap lah diri ini di peluk mu, agar ‘tak jatuh aku di telaga air mata kesunyian. Dan bawa lah aku ke mana pun esok sayap mu terbang, karena lelah ku rasa slalu mengikut ke mana angin berhembus. Smoga semua akan kembali, masa indah yang pernah membuai kalbu. Hingga suara rindu yang dulu perih tergores luka kini tegar berkata, malam ini …. aku bahagia di penjara cinta mu. “

” Cukup lah sudah kita akhiri pengembaraan yang sekian lama membawa makna dan biarlah yang sudah terjadi lupakan saja. Sudah saat nya kita bangkit melukis wajah cakrawala dengan harapan baru untuk memimpin waktu. Bersama senandung suka duka yang ‘kan terlewati, dalam perbedaan bersama mari kita satu kan rasa demi mewujud kan mimpi untuk menjadi nyata. “

” Jangan pernah runtuh menyerah memperjuangkan suara batin yang berontak demi kebenaran. Kita adalah simbol peradapan yang akan terbentuk demi masa kekuatan baru. Bebas kan segala beban rasa di jiwa demi kedamaian dalam satu cinta dan hadapi kenyataan dengan doa. Dan yakin kan dalam batin mu, dalam lengking Allahuakbar akan slalu ada perto;ongan !!! “

” Dalam episode kehidupan tiada tercipta sempurna. Tetapi sepanjang hayat terkandung yakin dalam lima waktu, jangan pernah letih menggapai cita masa indah. Dan dalam ruang linang air mata dzikir, kiranya membuka mata hati bahwa tiada kantata seindah Khusnul Kotimah. Subhanallah Wabihamdihi, Subhanallah hil Adzim …. “

” Rasa yang tertebar liar dan benih sensasi rayu yang tersemai di lain hati ibarat mempertontonkan aurat serta mengukir prasasti kenarsisan untuk mengagungkan kemunafikan meski mencoreng simbol kesetiaan. Dan akan lebih bijak untuk mencintai pramuria berhati ibu rumah tangga dari pada mencintai ibu rumah tangga berhati pramuria. “

” Kembang ku ‘tak kan mekar, tanpa hari ku bersanding di suci mu. Tak ‘kan rasa ini berarti, selain dalam suka duka bersama mu walau cobaan menghadang. Engkau lah ilham di rindu ku karena tiada ceria ku selain satu cinta dengan mu. Hanya di jiwa mu miliki lah separuh hati ini, karena ku ingin kita adalah mempelai abadi dunia dan akherat. Aku ‘tak ingin kehilangan janji ku lagi …. “

” Kenangan yang tersisa di antara doa, jangan remuk di perjalanan untuk menjadi kan kita patriot pengukir bahagia yang ‘tak lekang pancaroba jaman. Kita punya impian, kita rindu bahagia dan ingin di cinta sbagai insan yang hati. Spanjang batin berlandas kebeningan, biar orang berkata apa dan jangan pernah peduli. Mumpung hikmah masih berbelas, slalu ada kesempatan untuk berbenah dan smoga Tuhan menyertai. “

” Doa ku di sini menunggu mu ‘tuk bersaksi bahwa aku lah milik mu. Lepas kan sepi mu serta bahagia lah kau di peluk ku walau senja ‘tlah tiba, agar aku ‘tak mengerti luka lagi. Karena ku ingin menjadi setitik arti di tengah hujan dan dingin nya angin malam ini …. “

” Berjalan ribuan mil di atas permadani cinta, menyadar kan bahwa engkau lah satu yang nyata mengerti aku. Stiap detik hanya ku ingin di sisi mu untuk menjadi separuh hidup mu. Dan mencintai mu akan menuntun batin ku melihat terang sampai angkasa ‘tak lagi membiru. Bawa lah hati ku dan simpan lah bersama rasa yang slalu engkau yakini karena hanya kamu sayang ku di semesta ini …. “

” Adalah perjuangan kita menyelamat kan cinta yang mampu menggugah hidup agar kehadiran kita mempunyai arti sperti cahaya lilin dalam kegelapan. Dan dengan kesederhanaan dan saling mengerti cinta akan selaras saling memberi sepenanggungan sampai mentari ‘tak bersinar lagi. Smoga tiada lagi perceraian dalam bingkai kenangan yang sia-sia ….. “

“ Ingin ku semai mutiara syair sbagai persembahan cinta untuk mu permaisuri hati, biar gelora asmara di jiwa membelai pesona mu agar sayang kian merekah indah. Bukan bahagia di atas harta benda yang membuat ku gila, karena aku malu saat kebesaran adzan datang membasuh kafan ku. Dan jauh di lubuk kalbu, slalu ku simpan rindu yang tertahan untuk esok terbang sperti kupu-kupu mencari cinta yang masih punya hati. “

” Mumpung waktu masih tersisa untuk menuang damai di atas kanvas cinta, smoga slalu ada pengertian untuk membuka pintu hati demi kesetiaan memegang satu cinta. Karena betapa pun kadang cinta sulit di mengerti, tetapi akan sangat lebih menyakitkan mencintai cinta yang berujung air mata perpisahan dan derita perceraian karena sayatan peristiwa luka di hati. “

” Tak ada alasan untuk frustasi dari mimpi panjang, karena manusia tertakdir bisa gagal. Ambisi meraih cita ibarat main dadu yang harus bisa menerima kekalahan dengan bijak dan ikhlas sebagai cermin sbuah kedewasaan. Dan biar lah keadilan Tuhan bicara untuk menentukan yang terbaik di atas bidak kehidupan menang atau tergilas. “

” Seraut wajah menggugah asa di pusara hati. Janji mu terbias indah di telaga madu yang membasuh letih. Aku menyayangi mu yang tercatat dalam logika meski kesetiaan kadang teruji di perjalanan. Aku memang salah dan hanya ampunan mu yang sanggup mengibar layar ku seindah mustika. Dan ijin kan kembang rindu ku mekar di surga malam mu. “

” Di stiap deras nya hujan yang membasah bumi, rindu kan aku di sini yang juga berurai deras nya air mata kerinduan untuk ikhlas melepas mu pergi dalam doa smoga kau bahagia sampai setia ku terpanggil sangkakala keabadian …. “

” Terbit lah matahari cinta, terangi kembali semesta hati. Derita mu pasti duka ku, karena slalu ku sayang kamu. Ku harap nestapa ‘tak membuat mu layu, sebab tiada mesra mu alam terasa sunyi. Aku merindu dendang asmara yang terlantun di canda ria, agar tampak anggun mu yang terbias rembulan malam ku. Karena ini lah aku satria janji mu, yang ‘tak akan tinggal kan suci sukma mu. “

” Surga yang dulu ku punya dari mu, kini hilang terjawab waktu. Sayap-sayap janji pun tampak ‘tak kuasa di perpisahan kala mata terpejam dalam bening nya kenangan. Rindu kan aku di elok senyum mu meski ‘tak lagi ku bisa menatap. Karena cinta mu terasa ‘tak pernah sedetik pun mengijin kan ku bebas sampai tangan Tuhan melambai di kematian ku. “

” Doa ini laksana halilintar di kegelapan mimpi dan nyata. Dawai gitar ku adalah saksi kidung asmara yang terlantun demi luruh di hangat mu. Dan dari beranda batin, engkau pasti mengerti betapa aku ingin menjaga janji hingga nanti tutup usia ku. Kepada semesta dan alam raya, aku lah lelaki yang akan mempersembah kan setia demi bintang hati yang menuntun ku sampai mengerti cinta. “

” Biar sayang yang ku punya adalah sayap-sayap doa untuk temukan bintang yang merindu terang. Karena ‘tak pernah pupus rasa ini meski sendiri kadang menjadi taruhan. Begitu indah hidup ini dan smoga esok kian sempurna dengan ayat mu yang mampu merebahkan ku di atas gemerlap ranjang cinta siang dan malam mu. “

” Cinta adalah anugrah jawaban doa yang hadir nya ‘tak bisa teringkari. Hanya kadang pada hati yang salah kompas cinta mengarah hingga patah hati menjadi rintihan jiwa. Tapi ada yang harus teryakini, cinta tercipta berpasangan untuk saling memberi dan berbagi. Dan pertanyaan yang meski terjawab adalah, mampu kah pujaan hati menjaga kesetiaan untuk ‘tak ke lain hati agar cinta ‘tak hanya indah di awal kesan pertama. “

” Tersenyum lah meski di balik nya tersimpan kegetiran. Dengan senyum, hati akan teguh saat menerima apa pun kenyataan yang kita hadapi. Hidup ‘tak akan berarti anugrah jika terpuruk dalam derita yang ‘tak berkesudahan hingga hati slalu tersiksa karena ketidak tenangan. Dan jadi lah diri sendiri karena orang lain belum tentu indah seperti
yang kita rasa. “

” When your love appear in my soul, there was a miracle that really give me something for the hurt. I wish everyday could be I’m the knight of your heart and I’ll be the fire in your night. Baby I need you and letz make it all for love. I wanna see your smile living in my arms to breakdown the desire tonight and hoping it never end. I don’t wanna lose you and your name will be ….. The Glory of My love !!! “

” Jika suatu saat nanti ku temu kan bahagia meski tanpa mu, akan slalu ku kenang nama mu sampai nafas lepas dari raga ku. Karena aku percaya, cinta sejati esok akan ku temukan dalam sabar dan kesederhanaan. Biar aku sendiri mengikuti ke mana takdir memimpin langkah ku, sampai ada pintu hati yang masih terbuka tulus menerima ku untuk hidup berpayung cinta dalam suka maupun duka. Smoga kau mengerti aku …. “

” Senja di kota ku terbias anggun bersolek jingga sinar mentari yang pulang. Samar terasa detak ku yang ‘tak pasti kala menatap pelangi selamat tinggal di air mata mu. Dan saat kereta api Mataratmaja membawa mu berlalu, di situ lah aku sadar bahwa hati ku tlah juga kau bawa pergi. Slamat jalan kasih, biar Tuhan yang tahu ternyata cinta ku rebah di santun mu. Dan rindu ini ‘kan hanya teruntuk nama mu slalu. “

” Tuhan ……. kirim kan lah aku anugrah Mu yang terindah, untuk ku persembah kan buat pujaan hati yang tulus mencintai ku apa ada nya. Karena bukan gadis bermateri yang ku damba, tapi kekasih sejati yang mengerti dan punya hati. “

” Tentu masih kau miliki catatan yang pernah kita tulis. Dan entah kapan akan ku pinjam untuk bersama kita baca. Selama musim bergulir, rasa ini ‘kan menembus batas awan. Hingga akan ku jaga arti mu ke mana pun langkah pergi. Walau sendiri tapi harus ku akui, luruh janji suci ku membelai semesta cinta mu hingga aku ‘tak bisa ke lain hati. Cinta mu ‘kan abadi menyinari senja jiwa ku, baby I love u …. “

” Cinta yang ku beri dan setulus hati saat bertemu sampai berpisah akan sama dan indah bermakna. Hanya jika rindu mu memanggil, ku ‘kan kembali dan smoga pintu mu masih mampu ku buka dengan kunci yang dulu pernah patah. Aku hanya menunggu gerimis reda untuk kembali terbang mencari jawaban meski harus berpacu dengan mendung hitam. Dan hanya atas kemurahan Nya aku masih bisa menoreh senandung hati ini di sini ….. “

” Tiada kalimat di langit dan bumi ini indah berkumandang dan berani menghapus hampa di jiwa hingga esok roh ku sendiri bersaksi di kafan dan spasang nisan keabadian. Dan kepada nya seluruh rasa dan kekuatan ku berseru maju ‘tak gentar mati laksana ksatria terpacu kumandang desir darah ku yang berdzikir dalam satu matahari yang teryakini ….. Subhanallah Wabihamdihi, Subhanallah hil Adzim. “

” Bangkit lah dari badai dan bukti kan jiwa mu bukan terbuat dari telur asin. Apa pun gejolak batin percuma terlalu lama tenggelam duka yang hanya membunuh diri. Takdir kita untuk menang dan bukan meratapi yang memang ‘tak layak di pertahankan. Anggap lah prahara adalah bahasa Tuhan yang harus kita arti kan. Dan tinggal dengan cara mudah atau sulit kita mencari jawaban dari tiap persoalan. Smua hanya titipan …. “

” Menangis adalah ungkapan bahasa perasaan. Tapi dari air mata yang berlinang kira nya lahir jawaban yang mampu menjadi pelita penunjuk arah yang lebih baik. Sepanjang harapan masih menyala adalah tanggung jawab kita mengubah mimpi menjadi nyata dan biar Tuhan menjadi penentu. Dan jangan biar kan hidup yang indah ini mengubah diri menjadi suatu tanda tanya yang kita ‘tak mengerti. “

” Mengapa kau simpan ragu di hati mu kalau di syair ku ada cinta untuk mu ? Bukan kah kau tahu bahwa takdir kita di sini bertemu dan untuk satu. Jangan lah goyah demi kemenangan yang kelak ku persembahkan di depan mu. Sebab anugrah ini kian terasa indah sejak pertama mengenal mu hingga nanti tutup usia ku. Aku menyayangi mu melebihi dari hidup ku. Dan semua ini ku lakukan hanya demi cinta ku pada mu. “

” Bila nanti kau miliki aku, sayangi aku di stiap langkah dan nafas mu. Aku ‘kan slalu jaga semua nya sampai raga lebur di telan waktu. Jangan pernah dengar kata mereka yang ingin memisah kan kita karena ku ‘kan slalu ada. Bersama kita pasti bahagia karena cinta akan memberi arti di hati ku dan hati mu. Mungkin makna kata hanya sementara, tapi yang slalu pasti adalah kau lah matahari penerang gelap jiwa ku !!! “

” Tiada guna ada rindu jika kau hanya kembali seperti dulu. Meski hari ku sendiri tanpa setia yang terluka karena dusta, tapi kepada cinta aku ingin menjadi yang terakhir. Meski berat memendam hasrat jiwa, tapi semua harus mengalir indah karena awan putih masih ada. Ku yakin di suatu waktu nanti, akan ada janji yang ‘tak mau melepas ku apa pun yang terjadi. Dan di sana hadir ku akan bangga bersanding di sisi nya. “

” Kala doa ku terjamah gema ikhlas, sempurna lah nostalgia di akhir cinta. Senyum ku ‘kan mengiring waktu, kala sepi mu ‘tak singgah di pelaminan. Ayat ku ‘kan jadi kasih sejati, demi hidayah damai yang sebening kaca. Aku diam bukan ‘tak mengerti, rintih batin problema dan sesak mu. Namun kau ‘tak pernah mengerti aku, yang semesti nya tercipta untuk mu. Dan kini apa yang akan engkau kata, aku ‘tak peduli !!! “

” Banyak hikmah yang mesti kita petik di perjalanan kita yang adalah insan lemah. Dan jangan pula ambisi yang berlebihan malah menempatkan kita di ruang kebingungan dan ketidakpastian. Tak lain hanya dalam ketenangan hati maupun pikiran yang mampu melahirkan ketentraman dan dewasa dalam kebijaksanaan. Agar hadir kita di sini mempunyai arti di tengah banyak jiwa yang butuh pertolongan. “

” Saat langkah lelah tertipu waktu. Kala nurani mengingkar ayat-ayat suci yang terkubur nafsu hati. Tak terasa air mata ku jatuh di sesal dan tersadar esok nafas ku hilang terpanggil abadi. Dengan Mu ya Allah, ampuni aku yang ‘tak mau sendiri lagi tanpa cahaya. Dan smoga esok Engkau satu kan aku dengan kekasih yang slalu ku cinta …. “

” Jangan runtuh bersedih dan meradang ketidakpastian karena Tuhan semesta alam berkuasa di siang dan malam. Perjalanan masih sangat lah panjang. Hadapi ketakutan dengan keberanian, bebas kan frustasi hati dengan berontak batin dan buktikan engkau anak terbaik sang takdir yang bangkit dari badai dengan mengangkat obor kemenangan di angkasa membakar angkuh nya kehidupan !!! “

” Masih kah ada damai surga tanpa mu yang segalanya bagi ku ? Aku mencintai mu lebih dari yang kau tahu, karena pada mu ku temukan cahaya syair ku. Nama mu terlalu indah untuk redup hingga membuat ku bertahan laksana pahlawan. Di malam bertabur bintang ini, sejenak mata ku terpejam demi sedetik rindu suara mu yang menghapus semua luka. Dan aku lah lelaki yang kelak bangkit dari mimpi demi cinta ku kepada cinta. “

” Smoga waktu mengilhami untuk cinta suci bicara mengetuk beku mu, bahwa aku kangen manja mu, bahwa aku kangen kamu. Dan bersinar matahari hati ku, andai kau ucap bahwa aku lah yang satu. Kembalilah kasih, cinta harus senyawa. Jangan kau goda hasrat ku, pegang tangan ku dan miliki aku sampai langit ‘tak lagi berbintang. “

” Saat nurani terdampar dalam renungan, akan tersingkap tabir benar salah di tiap goresan. Di sana akan ada pengadilan tentang ikhlas dan karma. Mumpung masih di beri waktu, buka lah hati untuk terbasuh suara bijak dan kebenaran. Agar di masa yang akan datang, ‘tak henti anugrah dan kedamaian mengiring perjalanan sejarah untuk kita dan tunas-tunas bintang kehidupan. Salah akan kalah, dan benar pasti bersinar. “

” Seperti air di daun talas, meski cinta dan rindu ‘tak menyatu, yang penting keyakinan dalam doa harus slalu menyala. Karena doa tulus orang benar di mata Tuhan akan memberi kekuatan yang ibarat air ‘kan beri kedamaian dan laksana api adalah obor semangat dalam perjuangan. “

” Sampai kapan hati mu betah sendiri ? Bukan kah roh ku hadir di pinta suci mu. Apakah cinta tlah tercabik di puncak hidup segan mati ‘tak mau ? Itu pun bukan makna sajak mu. Seperti nya aku tergulung ombak asmara dan ampuni aku yang mencuri hati. Sebab semua terjadi karena ku ‘tak ingin takdir mengutuk gairah mu beku dalam dingin nya sepi. Hidup tanpa cinta ibarat mata sempurna yang ingin buta. “

” Dalam kejujuran, slalu ada jalan keluar. Dan andai cinta pecah di jalan karena kejujuran bicara, itu lebih terhormat dari pada palsu dan kemunafikan menjadi tajuk kehidupan. Cinta adalah anugrah teristimewa nurani, bukan rekayasa atau pengingkaran hati, pangkat dan materi. “

” Semakin cepat laju nya malam, kian sendu kidung hati merindu nyata. Dan kala doa tiba di gapura yakin, seraut wajah singgah di relung kejujuran. Hingga ‘tak berdaya aku saat titah kalbu berbisik, bahwa aku sayang dia. Smoga hasrat ‘kan tergapai ‘tuk membuka surga hati, agar mampu ku selimut sukma mu dengan kilau cinta di atas anggun nya ranjang waktu. Baby, you are my evening star …. “

” Jingga langit yang terselimut mega, seakan menyuruh hati luruh dalam hakikat syukur. Kasih di beranda hati juga riang bercanda nikmati angin sore. Aku rindu waktu ku yang kini tergilas, tapi aku ‘tak peduli dan tetap menatap berkas perjalanan abadi di langit. Aku hening dalam diam, dan iri kala spasang merpati yang kasmaran pamit pulang. Sempurna sudah lamun ku, yang seakan wajah takdir sudah bijak terencanakan. “

” Lelaki dan perempuan adalah sama di mata Tuhan. Dan adalah hati yang memberi makna beda. Smoga malam ini lahir jiwa baru yang khusuk mencium sajadah dan menggenggam tasbih dalam ayat pengharapan. Agar ikhlas, asa, cinta dan cita terwujud dalam nyata. Demikian aku, smoga sakit hati yang merenggut mimpi ‘tak menuntut tragedi karma abadi untuk seraut wajah. Subhanallah Wabihamdihi Subhanallah hil Adzim. “

” Atas nama cinta …. meski sekilas, tetes nya mampu melukis bianglala di batin hingga ilalang pun manis menari. Seribu bias menoreh makna yang sulit ku pahami. Tapi aku ‘tak peduli, meski rindu kadang redup terbakar mentari. Sejenak aku menatap langit dan terbang di telan hari demi mencari labuhan hati. Dan slalu aku bersyukur, karena anugrah masih memberi waktu. “

” Jika benar dia anugrah dari surga, pasti setia nya luruh di hati ku serta bening mata nya berkedip mesra sbagai isyarat cinta harus mengalir. Sampai kapan senyum mu menipu hati menahan hasrat ? Negri ini ‘tak gersang anggur asmara dan edelweis pasti bersemi jika terjamah belai wanita. Tapi seperti yang sudah-sudah, angin senja berlalu dan genit malu saat kapan menjadi pertanyaan. “

” Tak akan pudar janji Tuhan meski lusuh nya kafan membalut raga. Aku yang suri kini bangkit bukan sebab materi. Terbasuh syair pujangga, sukma ku kembali untuk ‘tak mau hidup dalam mati. Dan kepada semesta, di bawah agung mu tasbih ku kian menyambar, bahwa liar yang terpuja tanpa restu cinta pasti menjadi karma ketidak tenangan hingga mati terusung keranda penyesalan. “

” Kadang kebahagiaan yang mampu memberi damai tidak harus di temui dalam gemerlap nya materi. Kadang dalam kesederhanaan pun ada tawa dan canda yang mampu memberi embun segar hingga kita mampu menghirup damai dan ketenangan batin. “

” Bukan maksud hati menggoda pujangga jelita yang sempurna merangkai puisi cinta. Anggun, ayu dan bersahaja diri mu membuat lidah kelu hingga bergejolak hasrat ini terkesima senyum mu yang merayu. Lenyap lah kesunyian tertetes puisi mu sampai terbit matahari terang membakar cinta ku. Siapa pun engkau, sanggup menyiram aroma wangi doa ku dan kami bangga sopan tutur mu dalam merangkai kata. “

” Begitu agung karya Ilahi ketika mentari pulang di senja pantai Parangtritis. Termenung aku menatap langit dan mengukir nama nya dalam bingkai hati di atas pasir. Begitu dalam cinta ini hingga rambut panjang nya jelas tersibak angin. Tapi kala ku dekap, ia menghilang dan lamun ku tersadar. Bahwa senyum nya memang bukan untuk ku dan adalah Tuhan di atas segalanya. Aku terpejam saat mawar merah jatuh di tanah …. “

” Dengar aku wahai Sang Perkasa, bukan hanya rembulan yang ingin di perhatikan. Beri aku seberkas sinar suci mu. Agar aku yang ‘tak bisa ke lain hati, mampu bercinta di atas debur ombak laut selatan dan di bawah senandung bintang. Untuk apa dia tercipta kalau tidak untuk di manja dan di belai rambut nya. Maka beri aku kekuatan ‘tuk menyemat mahkota cinta hingga mampu mencuri hati nya. Aku sayang pada nya …. “

” Tak ada yang mampu menerka sudut tersembunyi hati, tapi semoga di sana ‘tak ada ambisi yang membuat diri mati dalam hidup. Peristiwa yang pernah ada adalah kaca untuk bercermin dan mengerti indahnya cinta. Pasti masih tersisa senyum penghapus letih perrjalanan ini dan satu pengakuan, semakin ku rasa keajaiban Mu, semakin runduk sujud ku di bawah kesucian Mu. “

” Tak semua duri mawar merah menyakitkan dan empedu terasa pahit. Saat aku terjaga sebelum kumandang adzan subuh, sayup terdengar bidadari berpuisi yang selalu hadir dalam mimpi. Rembulan …. siapa pemilik suara merdu yang ikhlas membentangkan sajadah di setiap lima waktu ku dan tegar demi merdeka hati nya yang dia pun ‘tak tahu kapan ? Aku ingin mengecup kening nya … “

” Tak mau lagi aku hidup dalam tekanan cinta dan ambisi dunia yang ‘tak pernah memberi penawar luka. Mata yang dulu buta semoga tersibak terang hadirnya embun kepastian dan tuntunan kesetiaan sepasang tangan. Semua ada hikmah di tengah peristiwa untuk lembar baru satu tekad bersumpah mematahkan sayap cristal air mata hingga ‘tak lagi sombong berterbangan di udara. “

” Aku mohon simpan lah kerudung putih bertulis nama ku yang pernah menjadi kado di hari ultah mu. Dan saat kau ingat tiap berkas perjalanan kisah kita, biar lah kerudung itu menghapus air mata kerinduan mu. Tak akan mudah ku lupa wajah ayu nan anggun mu berhias kerudung dari ku yang pernah membuat hati ku damai sampai bila esok bertemu lagi di bawah sinar rembulan yang abadi. “

” Di sini bersama bayang mu, membuat detak terasa berhenti. Terdengar jelas genta hati yang berkata ini adalah cinta meski kau menyebut dosa. Sayang … tiada mampu untai kata memisahkan cinta, karena kehormatan ku adalah setia. Jika aku mati, satu pinta ku agar kau bahagia selalu. Ku ‘kan berdiri di gerbang nirwana demi penantian abadi. Karena nama mu adalah kekuatan yang ‘tak terpisah kan waktu. “

” Bisikkan nama ku sebelum kau tidur, maka aku hadir dalam mimpi indah mu. Meski semua tinggal kenangan, tapi ingat aku dalam senyummu. Tiada hari seindah ada cinta, ‘tuk bersama dalam suka dan duka. Kau yang pergi membawa luka ini, sayangku setia untuk mu abadi. Smoga kau bahagia dengannya, karena bagi mu aku bukan terindah. Biar di sini aku sendiri bernyanyi, menghibur hati di senja yang sepi. “

” Tulus hati ini ‘kan ku serahkan ‘tuk dinda ku seorang. Sebagai tanda kasih yang tiada kenal batas akhir. Sungguh rindu kian menggebu, saat kau ucap aku lah yang terakhir. Biar seribu tahun waktu berlalu, setia ku abadi nan slalu. Hasrat ku yang pasti, aku milik mu hingga raga tiada arti. Dan tak lagi mampu ku bicara, slain nurani yang berbisik …. ijinkan aku mencintai mu cantik. “

” Angin di larut malam serta jernih cahaya rembulan, menggugah kisah yang lalu. Saat angan terbang ke masa yang silam, betapa cinta tak bisa ku lupa karena aku slalu punya arti. Isyarat rindu dan getar asmara, slalu mengiring gejolak hati yang di landa tak rela dan kapan. Biar ini hidup hingga esok kembali suara ku memanggil nama mu dan smoga waktu tak segera menutup pintu. “

” Malam ini, pasti ku tak dapat tidur. Nama mu menggoda ‘kan selalu. Aku mohon pada sang bintang, agar dingin malam tak mengusik tidur nya. Di sini lagu ku hanya ‘tuk satu kerinduan, meski ku tahu tak lagi mampu ku menggapai nya. Hati ku sendiri di sini, bercanda hanya dengan cinta. Tapi ku tak ingin dia mengerti. Dan pasti ku malu, andai rembulan bercerita pada nya. Smoga kau bersinar selalu …… “

” Kepada Allah SWT penentu hidup dan mati ku …… Untuk Mu segalanya
hidup ku ini dan untuk Mu aku selalu rela jalani dera demi menebus hitam
yang lalu agar esok berganti terang. Satu jangan kiranya terenggut dari
hidup ini yang ‘kan beri teduh hingga hidup abadi meski kata ‘tak lagi
bermakna dan dunia harus sirna, yaitu …… IMAN !!! “

” Setiap malam tiba, aku diam seribu kata. Tak sadar sepoi angin membawa lamun rindu tersentuh manisnya cinta. Dekap setia ku agar sepi tiada lagi dan miliki aku untuk selamanya. Kan ku iring tidur mu dengan kecup bibir dan ku bisik kan kata sayang. Hanya satu hati ‘tuk satu cinta bagi ku yang sungguh berarti …. semestinya. “

” Aku menunggu dalam dinginnya raga, hingga waktu menunjuk pukul 2 dini hari. Akan ku saksikan mahakarya tingkat tinggi sebuah kantata kehidupan. Selalu ku coba menarik jiwa yang terkubur fatamorgana kehidupan untuk bersatu dalam indahnya cinta. Tak akan lagi aku takut dalam gelapnya kematian seperti dulu, karena 99 bintang tasbih ini ‘kan selalu beri cahaya dalam kekuatan ….. Allah Maha Besar. “

” Kalau harus aku jujur, terus terang ku kecewa. Biar kegagalan ini ku bawa pergi bersama mimpi dan perihnya luka hati. Doa ku semoga kau di sana bahagia dengan nya. Selamat tinggal kasih, selamat jalan sayang ….. Biar kan aku sendiri hidup tanpa cinta lagi, sampai ku temukan seseorang yang memberi ku cinta. Maaf kan aku, semua ini ku lakukan karena ….. aku cinta kamu. “

” Tak akan gentar berjalan sendiri di kegelapan hingga
menghadapi gejolak dunia yang ‘tak menentu selama kebenaran ayat-ayat Ilahi selalu mengiring perjalanan dan Allah ada di hati. Dalam jiwa orang-orang yang bersujud dan memandang Tuhan adalah sumber kekuatan dan pertolongan akan mampu meraih kedamaian hingga kemenangan dalam segala sesak problema dunia. “

” Kala ku tantang deru takdir di puncak Kelud, ‘tak pernah sadar bahwa 5 menit ku di depan adalah mistery Ilahi yang ‘tak seorang pun tahu. Biar ku persembah kan bodoh ini sekali saja dan ‘tak mau lagi mengecap kenangan meski cawan ku terbuat dari emas. Walau rindu ini sendiri, tapi mata batin ku ‘kan setajam sembilu dan tekad ku laksana kepak rajawali ‘tuk terbang menggapai cinta dan menggenggam panas matahari. “

” Rapuh hati ini mengikuti laju norma pembenaran yang menjadi pijakmu. Tetapi aku bangga pada jiwa ku karena meski bukan terindah, aku
bukan pecundang cinta satu malam. Semoga esok sepi hati terhempas
perhatian dan setia dari sebaris nama, maka dia Cinderella dalam hidup mati ku. Buat aku tersenyum dan usap pilu kesendirian ini, maka semoga cinta senyawa dalam ikrar suci tersaksi sepasang mata Tuhan. “

” Jadi kan denyut nadi dan darah yang mengalir dalam diri kita kekuatan dahsyat untuk menghantam badai ujian hingga hancur bekeping. Tuhan pasti mengiring jalan kebenaran dan cahaya bintangNya ‘kan menuntun dalam puncak kemenangan setiap hati yang sabar dalam penantian doa. Jiwa tak ‘kan pernah mati, karena Tuhan nyata di hati !!! ”

” Slamat tinggal masa lalu ……. perjalanan harus ‘trus mengalir. Tak kan pernah ku melupakan mu, karena engkau aku mengerti semua arti. Esok ‘kan ku jemput cinta mu di bawah senyum mentari, karena ku sayang kamu slalu. Kini, lepas kan aku sejenak mengikut suara hati yang menapak demi masa depan. Doa ‘kan aku sanggup menjalani …. “

” Bila aku mati dalam perjuangan, ku tak ingin air mata basahi pipi mu, karena cinta ini slalu menyala bak lentera terangi hati mu. Terlalu indah kesetiaan yang ‘tlah kau persembahkan hingga manis senyum mu mampu membuat aku slalu sayang. Selama kau panggil nama ku di setiap tidur malam mu dengan nafas doa, percayalah ……. di mimpi indah mu kita ‘kan bertemu sbagai mempelai yang ‘kan bersama dalam satu cinta. “

” Meski pernah kau tikam hati ku hingga membekas luka dan kau campakkan seperti rumput kering, tapi di ambang gerbang hari yang Fitri semua dendam dan hitam luntur dengan tetesan embun maaf. Karena cinta semakin membuat aku mengerti, itulah jalan terbaik agar pelita damai menyertai dan kelak ku temukan cinta yang lebih indah ‘tuk di kenang. “

” Milikilah cinta ini sbagai perhiasan yang ‘kan membuatmu indah, hingga tak terlarang lagi jemariku membelai rambutmu. Demi cinta, harga diri dan kehormatan, aku bersumpah tak lagi kau merasa sendiri ‘tuk kesetiaan mu yang slalu hidup. Karena memang ku akui, jiwa ini tiada arti, tanpa hadirmu nyata di hati. “

” Dalam episode kehidupan tiada tercipta sempurna. Tetapi sepanjang hayat terkandung yakin dalam lima waktu, jangan pernah letih menggapai cita masa indah. Dan dalam ruang linang air mata dzikir, kiranya membuka mata hati bahwa tiada kantata seindah Khusnul Kotimah. Subhanallah Wabihamdihi, Subhanallah hil Adzim …. “

” Tuhan tidak menjanji kan langit slalu biru, bunga slalu mekar, dan mentari slalu bersinar di kehidupan. Tapi Tuhan berjanji bahwa dengan Rohman dan Rohim Nya akan slau bersama kita dalam keadaan apa pun. Tuhan akan memberi pelangi di stiap badai, senyum di stiap air mata, berkah di stiap cobaan, ayat cinta di stiap perjuangan dan jawaban di stiap doa. “

” Meski derap harus melangkah dan jantung harus berdetak, tapi kenangan ‘tak kan bisa pergi berlalu. Renungkan perjuangan yang terlukis di setiap perjalanan, sebab tanpa nya masa depan ‘tak akan pernah tumbuh dewasa. Semoga ada makna tergali seberapa pun pilu dari sebuah kenangan untuk hari esok bersama mengibarkan bendera kemenangan. ”

‎” Tak akan pernah samar jejak Ilahi bagi mata hati yang selalu terasah
dengan sujud dan menyembah Nya. Seberapa besar masalah mu ‘tak akan
kurang panjang keajaiban Allah untuk mengubah maya menjadi nyata
sekalipun matahari sejengkal di atas kepala, secuil pun ‘tak akan
membakar karena iman yang selalu bersinar. There is wonderful the love
of God in this live !!! ”

” Tak akan gentar berjalan sendiri di kegelapan hingga
menghadapi gejolak dunia yang ‘tak menentu selama kebenaran ayat-ayat
Ilahi selalu mengiring perjalanan dan Allah ada di hati. Dalam jiwa orang-orang yang bersujud dan memandang Tuhan adalah sumber kekuatan dan pertolongan akan mampu meraih kedamaian hingga kemenangan dalam segala sesak problema dunia. “

” Aku tak percaya gadis di depan ku yang usia nya masih belia menenggak minuman keras
dengan tanpa bersalah. Apa yang ingin kau buktikan pada kami
selain sesal di hari esok yang ‘tak berarti dari
pelarianmu. Meski ‘tak layak kita bicara benar salah selain takdir dan
karma, jangan pernah kau bergumul dengan minuman keras. Karena itu
adalah awal dari semua kehancuran hidup mu !!!

” Saat hati jatuh dalam pangkuan anugrah cinta, pandang satu bintang dalam sunyi malam dan pejamkan mata kala gambar wajah nya menghias. Bersama cahaya doa, di sana rindu mu ‘kan hadir memberi keteduhan dalam buai mimpi sang pujaan hati. “

” Lukisan masa yang akan datang adalah bagaimana kita menoreh tinta di lembar kehidupan saat ini, dan semoga indah warna pelangi slalu menghias di sana ……… “

” Dingin terasa saat sendiri tanpa cinta mu lagi, doa ku smoga kau di
sana bahagia bersamanya. Tiada dendam terpendam karena sayang ku
sepanjang jaman. Jujur ku akui, tanpa mu kasih pada suara ku tiada lagi
setegar gunung Semeru. Aku percaya Tuhan tersenyum melihat
tulus setia ku, dan aku bangga dengan itu !!! “

” Bukan kegelapan jalan kita, bukan impian hampa takdir kita dan bukan
bisikan percuma suara kita. Berdirilah laksana patriot yang memperjuangkan kebenaran dan tebarkan
slalu kebaikan di setiap kau pandang cakrawala. Karena di sini kita
berpijak adalah demi terukirnya kebenaran nurani yang terbungkam hingga
suara kita mampu menghempas deru pancaroba sebagai seorang legenda !!! “

” Apa pun kenyataan yang ‘kan kita tatap setelah hari ini, biarlah Tuhan yang tahu dan smoga slalu beri kemenangan. Kesempatan berbagi rasa di hari ini adalah anugrah indah yang harus tersyukuri dengan saling membagi sejuta maaf dan senyum damai. Karena nafas yang terhembus sampai hari ini, adalah kemurahan Tuhan yang masih memberi waktu. “

” Titip kan rindu dan cinta pada orang yang ‘tak kan pernah berpaling dari hati mu. Karena andai samudra luas dan waktu harus memisah, setia kasih nya ‘kan selalu menemani hingga bintang pun ‘tak dapat mengusir cahaya cinta nya. Smoga para ksatria cinta ku ‘kan mampu temukan nya meski aku harus tertinggal dan tetap berdiri di sini sendiri dalam jerit kerinduan air mata doa. “

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.